Analisis Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kaki Lima Di Sekitar Pantai Manakarra Kabupaten Mamuju
Keywords:
Modal, Jam Kerja dan PengalamanAbstract
Salah satu sektor ekonomi yang banyak dipilih masyarakat di Kabupaten Mamuju adalah berprofesi sebagai Pedagang Kaki Lima, tujuannya untuk memperoleh penghasilan biaya hidup sehari-hari dengan menjalankan kegiatan usaha berdagang makanan, minuman, pakaian, dan barang campuran dengan memanfaatkan area tempat keramaian, depan toko dan tepi jalan. Keberadaan Pedagang Kaki Lima di Sekitar Pantai Manakarra Kabupaten Mamuju merupakan salah satu komponen utama dari usaha mikro yang terlibat dalam usaha sektor informal dan berperan penting dalam pembangunan ekonomi dimana Pedagang Kaki Lima sangat membantu dalam mengatasi masalah pengangguran, dapat memenuhi kebutuhan perekonomian keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kaki Lima di Sekitar Pantai Manakarra Kabupaten Mamuju. Metode penelitian yang digunkan adalah metode kuantitatif, dengan data primer diperoleh menggunakan kuesioner. Populasi responden adalah seluruh Pedagang Kaki Lima di sekitar Pantai Manakarra yaitu 115 orang. Sampel diambil dengan teknik probability sampling purposive. Jumlah sampel sebesar 54 orang. Hasil dari kuesioner dianalisis dengan teknik regresi linear berganda, Uji-t, uji-f dan uji-R. Hasil dari pengujian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa modal, jam kerja dan pengalaman mempengaruhi secara signifikan terhadap pendapatan. Artinya, semakin banyak modal maka semakin besar pendapatan Pedagang Kaki Lima di sekitar Pantai Manakarra dan yang menambah jam berdagang juga bisa meningkatkan pendapatan, demikian juga Pedagang Kaki Lima di sekitar Pantai Manakarra yang telah lama berpengalaman juga turut mempengaruhi pendapatan
References
Abbas, D. (2018). Pengaruh Modal Usaha, Orientasi Pasar, Dan Orientasi Kewirausahaan Terhadap Kinerja UKM Kota Makassar. Jurnal Manajemen, Ide, Inspirasi (MINDS). Vol.5, No. 1. Hal. 115.
Akhbar Nurseta (2017). Analisis Pengaruh Modal, Jam Kerja, Lama Usaha dan Jarak terhadap Pendapatan Pedagang Kaki Lima Konveksi. Dalam jurnal Universitas Diponegoro. Vol. 3 No.4 Hal 28.
Anoraga dan Sudantoko, (2012). Koperasi, Kewirausahaan, dan Usaha Kecil. Jakarta: Rineka Cipta. Hal. 228.
Arifin, Z.(2012). Penenlitian Pendidikan Metode dan Paradigma Baru. Bandung: Remaja Rosda Karya. Hal. 15.
Bambang, R. (2017). Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta: BPFE. Hal. 177.
BN. Marbun (2012). Kamus Manajemen. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan, h. 230.
Boedino (2018). Pengantar Ilmu Ekonomi. No.1 : Ekonomi Mikro Yogyakarta : BPFE Hal. 23.
Dharma, C. (2020). SEBATIK. Samarinda: Widya Cipta Darma.
Effendi, Tadjuddin Noor (2011). Perkembangan penduduk sektor informal, dan kemiskinan di kota. Yogyakarta : Aditya Media, h. 45.
Fahmi, I. (2014). Kewirausahaan. Bandung: ALFABETA. Hal. 127.
Firdausa, R. A., dan Fitrie. A. (2012). Pengaruh Modal Awal, Lama Usaha dan Jam Kerja terhadap Pendapatan Pedagang Kios Di Pasar Bintoro Demak. Diponegoro Journal of Economics, Vol. 2, No.1. Hal. 80.
Ghazali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hal.189-190
Gilarso (2019). Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro. Yogyakarta: Kansius, 380.
Hartanto, A.W. (2019). Analisis Pengaruh Modal, Usia, dan Pendidikan Terhadap Pendapatan Pelaku Usaha Skala Mikro (Studi Pedagang Kaki Lima di Kelurahan Gading Kasri, Kota Malang). Journal Ekonomi, Vol 1, No 1 (2020). Hal. 99.
Hidayat (2019). Pengembangan Sektor Informal dalam Pengembangan Nasional Masalah dan Prospek Bandung : Pusat Penelitian Ekonomi dan Sumber Daya Manusia Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran. Hal.76.
Jakfar, K. d. (2016). Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: Prenadamedia Group. Hal.124.
John J. Wild (2013). Analisis Laporan Keuangan. (Jakarta: Salemba Empat), 311
